31 October 2009

ulangtahun ayah.

"Trims ya Ayu. Alat pengklimis kumis n jenggot udah diterima. Trims juga kartu ucapan ultah buat Ayah. Semoga selalu sehat dan cepat wisudanya. Trims ya attensinya"

I repeat...semoga selalu sehat dan cepat wisudanya.
semoga selalu sehat.
selalu sehat.
sehat.

dan cepat wisudanya.
cepat wisudanya.
wisudanya?

Tanggal 25 Oktober lalu Ayah ulangtahun. Saya membelikannya sebuah shaver-electric. Warna hitam.
Sebelum dipaketkan ke Lampung, saya bungkus shaver itu di sebuah kotak cantik dan diberi sebuah kartu ucapan yang isinya:

"sesuatu yang kecil untuk Ayah yang begitu 'besar'. Selamat ulang tahun, Ayah..."

Ketika menulis itu rasanya saya mau menangis. Mengingat Beliau berulangtahun di bulan Oktober dan mengingat harusnya di bulan Oktober ini pula, jika saja sesuai target di awal tahun lalu harusnya bisa jadi bulan dimana saya diwisuda. Jika target itu terpenuhi, maka pernyataan 'semoga Gadis segera diwisuda' sesuatu yang berulangkali Ayah ungkapkan, bahkan di hari Ulang Tahunnya sendiri, pasti akan menjadi sebuah kado yang lebih dari sekedar shaver-electric yang dibungkus cantik. Sayangnya...*sigh*.
But I'm still on my way to do my best..I'm still trying to.


Selamat Ulang Tahun, Ayah...
I LOVE YOU. I adore you. I always want to make you proud =)
-peluk kangen, your baby girl-

21 September 2009

H+1 lebaran, kondisi -1.

H +1 (plus satu) di rumah. Pasca lebaran. Tapi dengan kondisi -1 (minus satu). Gak fit sama sekali secara fisik. Tenggorokan sakit, badan panas keringetan melulu, kepala pusing, mata berair, idung meleerrr dan mampet. Yeah, perfect.
Tapi masih pede aja besok pasti udah baekan dan harus mampu melanjutkan program perbaikan gizi. Lahap habis semua makanan. Gak peduli dengan 'ancaman menuju 44' alias berat badan naik menjadi 44.. wkwkwkw.

Dan kondisi-1 (minus satu) ini sangat mendukung timbulnya kondisi kedua, yaitu kondisi -2 (minus dua). Kondisi gak sehat sama sekali secara mental.

Soundtrack of the day? week? or even month?
kondisi -2 (minus dua) ditemani lagu ini? wow. nyeri nyeriii.

Yeah.
I thought missing him would be okay...
Tapi sekarang ekspektasi-ekspektasi yang biasanya timbul secara terstruktur tiap kali ada hal baru yang terjadi sekarang udah enggak lagi menggerakkan saya untuk memberikan reaksi apa-apa.
Saya cuma gak mau lagi terima label sebagai individu yang labil karena terlalu sering bertindak impulsif.

Kondisi -2 (minus dua) ini emang jadi bikin emosi jauh mendominasi.
Dan lucunya, untuk setiap tetes air mata yang mungkin jatuh saya justru akan menyalahkan kondisi -1 (minus satu) saya. Mata saya panas..jadi berair.. Gak ada salahnya dong kalo nangis. Lagi sakit juga. Sakit yang mana emangnya orang lain peduli? Hmm...

20 September 2009

mudik.

Alhamdulillah masih bisa merayakan hari kemenangan bersama-sama keluarga besar.

Kali ini, untuk pertama kalinya selama menjadi mahasiswa rantau, saya berlebaran lagi di kampung halaman...Lampung.

Jadi kalau dihitung-hitung dari Tahun 2005, sudah 4 kali lebaran saya tidak pulang kampung selama lebaran. Dan banyak hal yang membuat saya takjub...
  • Saya ketemu tukang es tung-tung yang dulu pas saya jaman SD sering lewat depan rumah saya, dan terkejut ketika dia memanggil nama saya, "ini AYU?! Wah udah kayak perempuan sekarang...” Ahahaha. Sial. Tapi terharu karena dia masih inget sayaaaaaa... >.<
  • Shalat Ied di masjid dekat rumah, banyak wajah yang asing karena banyak warga baru. Di akhir shalat, tiba di saatnya bersalam-salaman, Ibu dari Alm sahabat saya tiba-tiba jatuh pingsan setelah memeluk saya. Setelah sadar dan dipapah jalan ke rumah, sambil tersedu-sedu Beliau mengatakan kalau saya ngingetin akan anaknya, dan suasana tiba-tiba jadi dramatis dan penuh haru karena saya juga jadi mengingat begitu banyak momen dengan Alm, terutama momen solat idul fitri yang dulu selalu saya lewati dengan dia berada di samping saya. “Kangen kamu, Putri...”
  • Rumah saya dikunjungi pasukan anak-anak remaja yang wajahnya asing-asing dan bikin saya shock ketika tau bahwa anak-anak itu adalah adik-adik dari teman-teman main saya dulu. Di antaranya ada yang dulunya cengeng banget. Adik dari seseorang yang dulu sering mboncengin saya naik sepeda kalau lagi ekspedisi ke kampung-kampung tetangga. Justru teman-teman saya yang sepantaran tidak saya lihat lagi batang hidungnya karena kebanyakan sedang kerja merantau, yang tersisa hanya yang perempuan-perempuan tapi usianya jauh di bawah saya and you know what? Some of them are married already. Ow ow owww.
  • Sempat iseng-iseng naik sepeda keliling rumah dan sedih karena ngeliat banyak area sawah-ladang-dan hutan yang sekarang udah berubah jd rumah penduduk. Bahkan tanah lapang yang ada di dekat rumah saya yang dulu sering jadi tempat saya main bola sudah dibangun jadi rumah. Ahk. Saya inget dulu pernah ditonjok anak laki-laki dari kampung sebelah di lapangan itu karena urusan main bola...
  • Di malam takbiran terbangun tengah malam karena bunyi petasan yang heboh beneeerrrr di sekitar rumah. Keluar rumah niat mau marah tapi jd gak enak hati karena yang main petasan masih anak piyik-piyik (kecil-kecil). Dan mereka juga ngasi excuse, "Ini bukan petasan mbak Ayu, ini kembang api.." Dari bentuk ledakannya yang jadi macam air mancur di udara yah saya percaya sih itu kembang api, tapi bunyinya pas meledak kok ya 'jedar jeder' juga. Wew. Jadi inget dulu sama temen-temen sekitar rumah suka banget main petasan yang namanya 'mercon korek'. Wooo.. Baru nyadar sekarang...ternyata dulu saya termasuk dari anak-anak yang mengesalkan itu ya. ckckck..
Secara keseluruhan yang membuat saya takjub masih seputar perubahan-perubahan di lingkungan sekitar rumah. Karena selama 4 tahun ini, setiap saya pulang ke rumah biasanya hanya untuk beberapa hari saja dan itupun lebih banyak saya habiskan waktunya di luar rumah.

Anyway, selamat lebaran dear all...

Kalau tidak ada rintangan, Soon I’ll be in Bandung again... So, I’ll see you soon?

kiss kiss,
sheilla !

30 August 2009

Kemarin sore.

"Hallo, Assalamualaikum, ibu.."
"Iya Waalaikumsalam"
"Ibu lagi ngapain? Aku ganggu gak?"
"Ya enggaklah. Ibu lagi di rumah, baca koran..."
"Sendirian, ibu?"
"Nggak..Ini ada babeh, ndim lagi sekolah. ada apa, nak?"
"Ohh.. Gini bu, ....."
Lalu mengalirlah percakapan tentang beberapa hal, apply beasiswa, sedang dimana-darimana-dan mau kemananya saya, tentang rumah di Bandung, dan kapan saya pulang...
"Nanti malam ada eyang. Kita undang Eyang buka puasa di rumah sama tante dan adik-adik"
"Oh, iya bu.. Enaknya" Lemess..kepengen.
"Iya... Ramai rumahnya nanti sore. Batin nanti mau buka pake apa? Udah nyiapin?"
"Wah, gatau bu..liat nanti"
"Kalo di rumah nanti ada ikan..ikan Baung..Perkedel jagung..baby kailan, ditumis pake udang, sama.." *ada jeda, terdengar suara ayah dari belakang menyela..menanyakan sesuatu..* "Sebentar ya nak" Ibu terdengar bercakap-cakap dengan ayah. "Ohh iya, tadi sampai mana? Jadi itu..nanti mau buka sama Eyangnya... Ibu tadi udah belanja sama Ayah.."
"Iya Bu, ahh udah-udah ahh..jadi kepengen nih aku.. Hihihi. Tadi kenapa Ayah, Bu?"
"Biasa..kakek."
"Kakek?"
"Ya itu, pelupa..udah kakek-kakek. Hahaha. Kalo abis naro barang pasti lupa. Kalo udah lupa malah marah-marah dikiranya Ibu yang mindahin barangnya. Hehehe"
"Hahaha..." We both laughed. Hahahaha.
"Gimana TA-nya, sudah sampai Bab berapa?"
Deg.
"Ahh ibu.. Jangan mulai-mulai kayak Ayah deh. Bolak-balik nanyain Bab. Aku kemarin mau nangis Bu pas Ayah bilang suruh ganti judul aja daripada lama-lama TA-nya. Padahal kan udah mulai jalan.. Siapa yang bisa jamin kalo aku pindah pembimbing bakalan bisa lebih cepet?"
"Ya dijelasin makanya ke Ayahnya.. Kalo Ayah sama Ibu kan cuma bisa doa dari jauh... Sehat-sehat aja kan, nak?
"Iya Bu.."
"Ya udah. Kabarin ibu kapan mau pulang ya..."

Percakapan selesai. Percakapan hari itu dengan ibu akan lebih melegakan seperti biasanya jika tidak diakhiri dengan tema Tugas Akhir. I mean it.

27 August 2009

Uh, NO!

Align Center



Some of you might have been familiar with him already.
Yess. It's Ryan Reynolds.
Saya jadiin foto dia sebagai wallpaper di notebook saya. Foto yang ini. And I realy love the feeling everytime I turn on my notebook and finding that he's there... It makes my heart flutter everytime i catch a glimpse of him =)
Dan jadi ngerasa bersalah tiap kali saya mau shut down si notebook. Tatapan matanya itu loh.. Ouch!

Tapi karena lagi bulan puasa, sementara saya ganti dulu desktop background-nya jadi gambar kakak saya. Bikin puasa gak khusyuk kalo keseringan ngeliat dia. Jadi saya ngegantinya bukan karena banyak temen-temen saya (terutama cowok) yang protes tiap kali ngeliat dia jadi wallpaper saya loh! Hahahaa.. Pada sirik deh ya! Hihi.


Anyway, cant wait to see you again, dear Reynolds!

25 August 2009

Tentang kuisioner yang harus saya isi sebagai syarat mengambil KSM di ITB beberapa waktu yang lalu...

Inget Hukum Newton III? Yang isinya kalo saya gak salah adalah tentang aksi reaksi. Yangmana jika sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua akan memberikan gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah. Saya ngulang Fisika, makanya saya inget hukum ini yang jika dinotasikan (F sebagai gaya) menjadi sebuah rumus Fab= -Fab. Ada gunanya juga ya saya ngulang, ternyata?

Saat ini, atau lebih tepatnya hari ini, hanya ada 1 hal mengenai ITB yang terlintas dalam pikiran saya. Yaitu perihal kuisioner anti-nyontek itb yang harus saya isi sebelum ngambil KSM beberapa waktu yang lalu.

Dari saya masuk kuliah sebagai mahasiswa ITB, saya sering banget ngisi kuisioner tentang dosen di setiap berakhirnya masa perkuliahan sebuah semester. Konon katanya kuisioner itu bertujuan sebagai sistem penilaian dosen. Baru kemarin ini saya tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah lembar kuisioner yang tujuannya tidak jelas, sangat aneh, dan memiliki unsur mistis (bagi saya)... Kuisioner anti-nyontek ITB. Dan kamu tau isinya apa? Pertanyaan-pertanyaan sangat lucu, menggelikan, dan...membawa banyak ingatan sedih. Lucu, karena poin-poinnya dibagi menjadi beberapa masa di antaranya masa SD, SMP, SMA, dan terakhir..Masa kuliah. Lucu, karena ketika tiba di masa SD saya jadi mengingat-ingat masa SD saya dan justru jadi teringat kejadian-kejadian lucu di masa SD saya dulu. Menggelikan..karena terdapat beberapa pertanyaan seperti apakah orangtua kita pernah menyarankan atau memberi motivasi untuk melakukan perbuatan curang (mencontek) saat kita SD..SMP..SMA.. Juga pertanyaan yang serupa mengenai para pendidik (guru/ dosen), apakah mereka pernah memberikan kesempatan untuk kita melakukan perbuatan curang.. Well..Pertanyaan itu menggelikan dan menggelitik sampai saya tidak bisa berkata-kata. Gila ya.. Sementara guru ngaji saya Alm Buyah dulu selalu menanamkan bahwa “kepala kamu harus merunduk di depan bapak ibu guru di sekolah, dan lebih merunduk lagi ke bapak ibu kamu di rumah yang mengirimkan kamu ke sekolah!”, bisa-bisanya sebuah institusi besar macam ITB menanamkan kecurigaan seorang anak kepada orangtua dan guru-gurunya. Dan pertanyaan-pertanyaan di kuisioner itu kemudian membawa saya ke banyak ingatan sedih karena kembali mengingatkan saya kepada banyak peristiwa ketika saya kemudian tau bahwa kuisioner itu ada sebagai dampak yang timbul pasca masalah perjokian yang melibatkan mahasiswa ITB di SNMPTN beberapa bulan lalu.

Korban perjokian itu, salah satunya adalah keluarga saya di himpunan, di IMG. Yang saya tau, dia ikutan mendaftar jadi joki karena diiming-imingi uang jumlah besar (sekitar 30 jt). Kenapa dia terima? Karena kondisi keuangan keluarganya tidak baik. Beberapa tahun sebelum ia masuk ITB, orangtuanya mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia kehilangan ibunya sementara ayahnya saat ini sakit dan tidak berpenghasilan. Sumber keuangan keluarganya setelah itu adalah saudara kandungnya yang seorang pekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap. Dia bisa bertahan di tahun-tahun pertama dengan mengandalkan beasiswa dan kiriman sang kakak di kampungnya. Tapi kemudian sebuah musibah di Bulan-Februari-Lalu menyebabkan semua Mahasiswa Geodesi menjadi blacklist di daftar administrasi ITB yang dampak paling besarnya adalah tidak bisa mendapatkan beasiswa. Kondisi ini menjebak mahasiswa-mahasiswa Geodesi ITB yang sebelumnya selama ini selalu bergantung pada beasiswa, tak terkecuali adik saya tersebut. Salahnya, komunikasi dengan si adik ini tidak berjalan baik maka terjadilah khilaf karena iming-iming material instan dengan jumlah besar tersebut. Saya juga tidak setuju dengan sikapnya memilih menjadi joki SNMPTN, tapi saya tidak sepakat dengan hukuman yang diberikan yaitu dikeluarkan dari kampus, terlebih lagi mendengar suara-suara sumbang yang datang dari banyak arah mengenai si adik. Seburuk apapun adik kamu, kalau kamu mendengar celaan datang menerjangnya tanpa mereka yang mencela itu pernah mencoba berempati dan merasakan bagaimana berada di posisinya, kamu tidak akan pernah bisa tinggal diam.

Hampir 7 bulan. Terlalu banyak kehilangan.

Saya pernah diberi tahu bertahun-tahun yang lalu oleh seorang senior saya. Dia bilang, “apa yang terjadi di Himpunan dan dunia kampus yang tengah kamu hadapi itu seperti sebuah simulasi ketika kamu hidup di dunia nyata. Dan setiap tokoh di dalamnya yang ada itu ibarat manusia-manusia di dunia sebenarnya yang akan kamu hadapi, dan kamu harus selalu siap karena akan selalu ada reaksi untuk setiap aksi yang kamu berikan. Hadapilah... Karena jika masih ada yang memberikan reaksi, itu artinya masih ada yang sayang sama kamu...”

Berguru pada hukum Newton III, kalau dalam kehidupan nyata, ketika kita berenang kita memberikan aksi berupa dorongan tangan dan kaki ke arah belakang yang kemudian dibalas dengan reaksi air berupa dorongan ke depan sehingga si pemberi aksi akan bergerak maju ke depan...Ya, reaksi itu membuat pemberi aksi menjadi bergerak ke depan!

Mudah-mudahan, dengan banyak reaksi yang diberikan, justru kita bisa lebih maju lagi! Amien.


NB: Cuma satu hal yang saya masih gak ngerti, kenapa sekarang jadi ada bangunan POS Satpam di deket himpunan saya ya? Biar ada yang bantuin ngejagain kalo lagi pada liburan, gitu? ;P

31 July 2009

J, orang ketiga.

Like the song of Mary MacGregor:
"Torn between two lovers feeling like a fool, loving both of you is breaking the rules..."









Yes, there cant be a three. I understand, J...
One to Three, then...Eh?
Well I couldnt say NO if you are 'the third', anyway. Who could? =)

25 July 2009

Naik Mesin Waktu Ke Tahun Lalu: Kemah Kerja 2008

Lokasi: Hutan Gunung Walat, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia.

Kuliah ini adalah satu-satunya mata kuliah yang (sepanjang sejarah menjadi mahasiswa teknik Geodesi dan Geomatika) pernah saya jalani dengan sepenuh hati. Lalu ketika tiba-tiba kangen dengan suasana Kemah Kerja yang setahun lalu itu, saya jadi iseng browsing dan sedikit terkejut ketika menemukan foto saya dan teman saya yang sedang mengukur dipajang di blog ini. Menarik juga ya...
Oh iya, tulisan di blog tersebut, isinya sepenuhnya adalah Info mengenai profil Gunung Walat itu sendiri... Harusnya di blog milik saya ini isinya justru mengenai kondisi topografi, lokasi, dan konturnya ya, But I’d prefer to re-post the story behind the survey session=))





PERKENALKAN!
Kelompok 4 yang kebagian mengukur wilayah paling Barat..


1. KETUA IMG yang jadi KETUA KELOMPOK 4: M. Gunawan Raditya a.k.a AGUN
TUGAS: Menulis Laporan Harian, Memegang rambu, Menebas tanaman yg menghalangi bidikan ke objek, Angkat alat, menyiapkan alat di pagi hari dan mengembalikan alat di sore harinya.
RUTINITAS: Setiap hari setelah pulang dari pengukuran lapangan, buru-buru mandi dan ganti celana, lalu berkunjung ke kamar seberang (kamar saya) dengan niat busuk: pedekate ke temen sekamar saya. Cih! Update terbaru, pedekate The User berlangsung sangat lancar dan baru saja bulan lalu keduanya merayakan anniversary yg pertama.



2. KOORDINATOR LAPANGAN KEMAH KERJA dan MASTER KELOMPOK 4: Tarman Zainuddin a.k.a Tarboy.
TUGAS: Merencanakan Pengukuran, Membidik Objek, Memegang Rambu, Membaca hasil ukuran, Mencatat hasil ukuran, Menebas tanaman yg menghalangi bidikan ke objek, Mengangkat alat, Mengolah data.
RUTINITAS: Setiap malam duduk di pojok mejanya ditemani lagu-lagu sendu dan membuka folder terlarang dalam hard disk komputernya yang salah satu di dalamnya terdapat sebuah proposal keren banget: Proposal Peninjauan Kembali Hubungan beliau dengan mantan pacarnya. Dilaporkan update terbaru bahwa oknum dan sang mantan telah menjalani hubungannya kembali. Semoga kali ini adalah persinggahan terakhir The Player...




3. KETUA KEMAH KERJA yang HANYA JADI ANGGOTA BIASA DI KELOMPOKNYA=Fauzan Ikhwanda a.k.a Paijo
TUGAS: Briefing Malam, Menebas tanaman yg menghalangi bidikan ke objek, mengambil makanan, Jaga malam, Mencatat Hasil Ukuran, Mengangkut barang ketika mobilisasi.
RUTINITAS: Dijebak untuk briefing setiap malam karena sebagai ketua kemah kerja beliau punya kewajiban untuk selalu hadir dalam briefing, jadi sekalian aja beliau mewakili kelompoknya. Hahaha. Dan selalu sial juga kebagian jaga malam sebagai perwakilan kelompok karena kalah dalam hompimpah..Konspirasi! HAHAHAH. Walaupun ketika datang waktunya solat jumat beliau justru memilih menangis meraung-raung di kamar mandi menangisi kuku-kukunya yang dikutekin hitam sementara teman-teman yang lain sudah berangkat ke masjid, beliau sangat berjasa karena merupakan anggota kelompok paling loyal yang rajin menjemput makanan di basecamp dan membawanya ke lapangan sebagai asupan energi teman-teman kelompoknya yang lain (so sweeeet, hahaha). Update terbaru, Ketua Kemah Kerja ini mengalami cinta lokasi dan cinta yang menjebak dengan Sekretaris Kemah Kerjanya yang sama-sama berbadan subur...


See? Betapa hero-nya Paijo... Tapi lebih hero lagi Agun dan Sheiy=)


4. KOORDINATOR HUMAS KEMAH KERJA dan ANGGOTA KELOMPOK 4: Ernis Lukman a.k.a BunBun
TUGAS: Anggota Tim Kerangka Dasar Horisontal dan Kerangka Dasar Vertikal Global, Anggota Tim Pengukuran GPS, Menebas tanaman yang menghalangi bidikan objek.
RUTINITAS: Oknum yang sangat hobby segala jajanan yang bisa dicolok-colok ini selain selalu sibuk dengan urusan hubungan masyarakatnya, Bun-bun tetap tidak lalai menjalankan usaha untuk menggaet hati dari salah seorang oknum dari kelompok seberang. Update terbaru, Gak ada progress=kitu-kitu hungkul, dimana pergerakan selalu mentok dan hati oknum seberang tak kunjung tergaet. Wew.



5. Dan ANGGOTA TERAKHIR KELOMPOK 4: SAYA, YANG BIASA-BIASA AJA...
TUGAS: Biasa-biasa ajalah yah.. =)
RUTINITAS: Tidak bisa memulai hari pengukuran dengan semangat jika tidak melihat seorang asisten yang berinsial TOY karena tingkat kesotoyan yang dimiliki si Toy yang melebihi mahkluk apapun di dunia ini... *sigh*
Sheiy: “Eh, aya si Toy!”



6. ANGGOTA TAMBAHAN: ADE TEAWARMAN a.k.a TENAGA LOKAL
TUGAS: Yah.. harusnya seperti tugas-tugas tenaga lokal pada umumnya...Membantu pekerjaan-pekerjaan para surveyor. Namun disarankan untuk tidak coba-coba mempekerjakan tenaga lokal yang satu ini jika anda cukup bijak karena selain tarifnya yang sangat mahal, tenaga yang satu ini menuntut kesabaran luar biasa karena maintenance-nya yang sangat tinggi dan mobilitasnya yang macam siput. BAH!



NAH! Selain beberapa kejadian mistis yang terjadi semisal beberapa pertengkaran yang secara bergilir terjadi antara oknum di kelompok, juga terjadinya kerusakan alat di hari pertama yang membuat hari pertama pengukuran tidak produktif sama sekali, atau juga tragedi dikejar-oleh-anjing-jadi-jadian yang membuat mahkluk paling indah di dua kelompok yang saling bertetangga jadi trauma, atau juga terjadinya tragedi digigit semut ketika sedang buang air kecil karena oknum yang buang air kecil tanpa sadar menyirami sarang semut hutan...Dan terutama karena semua jenis benda tajam yang digunakan untuk mematahkan 'ranting-ranting kecil' yang menghalangi jarak bidikan alat ukur ke objek selalu berakhir dengan mengenaskan.

KELOMPOK 4 di Lokasi Terakhir...

Kemah kerja itu macam OS.
Menyenangkan dan selalu indah untuk dikenang...Tapi EMOHHH kalo disuruh ngelakuin ulang!

24 July 2009

Dear Pemerintah...Bisakah Vaksin HPV diberikan secara gratis?

Kanker leher rahim membunuh sekitar 274.000 setiap tahunnya dan setiap tahunnya pula diestimasikan sekitar 493.000 kasus baru didapat yang mana 83% kasus tersebut berada di negara miskin maupun negara yang sedang berkembang.

Faktor penyebab masih terdapatnya banyak kasus tersebut adalah karena kurangnya/terbatasnya akses pelayanan dan informasi kesehatan bagi masyarakatnya. Misal, bagi perempuan yang sudah aktif melakukan hubungan seksual harus skrining dengan melakukan pemeriksaan pasmear. Dengan melakukan tindakan tersebut saja, diperkirakan sekitar 0.6667 atau sekitar 2/3 dari kasus yang ada bisa terselamatkan karena sel kanker yang ada bisa terdeteksi lebih awal sebelum mencapai tahap 'akhir' yang fatal karena memberi harapan hidup semakin rendah.

Sudah ada 2 vaksin yang beredar di pasaran. Vaksin pertama dengan label merck's Gardasilr dan yang kedua GlaxoSmith-Kline's. Keduanya adalah vaksin-vaksin yang sama-sama memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV tipe 16 dan 18 karena sekitar 70% kanker serviks berkaitan dengan kedua tipe HPV tersebut. Virus HPV (Human Papilloma Virus) adalah virus yang DNA-nya ditemukan di 95% penderita kanker serviks, sehingga dikatakan bahwa virus ini adalah penyebab penyakit menular seksual yang kemudian menyebabkan kanker serviks tersebut. Sistem pemberian kedua vaksin ini pun nyaris serupa, yaitu 3x suntikan dalam jangka waktu 6 bulan.

Isu mengenai vaksin ini sudah diributkan oleh ibu saya sekitar tahun 2005 tapi vaksin pertama baru secara legal tersosialisasikan pada tahun 2006 yaitu vaksin dengan label Merck's Gardislr. Setelah pada 2008 lalu saya resmi berusia 20 thn dan ibu saya selalu bersemangat memprovokasi untuk cepat-cepat melakukan vaksinasi ini, prosesnya baru bisa terealisasi tahun ini.

Kenapa? Karena kurangnya sosialisasi, mungkin.. Saya dapet 'titah' melakukan vaksin ini cuma dari ibu saya dengan keterbatasan informasi yang cuma taunya kalo vaksin ini untuk mencegah kanker serviks. Setau saya, kanker serviks kan kanker di rahim. Saya jadi merasa belum perlu di-vaksin karena toh saya belum menikah dan melahirkan. Ngapain saya harus repot-repot merasakan sakitnya disuntik dan (terutama) mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk vaksin yang belum jelas keuntungannya buat saya?

Tapi setelah kemarin mendapatkan tawaran untuk vaksin dengan biaya yang sedikit lebih murah dari tarif vaksin HPV pada umumnya, saya kemudian baru mulai mencari tahu lebih banyak tentang vaksin ini seblum akhirnya meng-iya-kan untuk divaksin.

Prosesnya? Yah, bikin janji dulu dengan dokternya.. Nanti beliau akan menyiapkan impul-nya, kalo saya kemarin pakai vaksin yang dari Glaxo Smith's Kline. Setelah sepakat mengenai tanggal injeksi pertama, saya datang dan tanpa perlu melakukan tes-tes atau cek apapun, injeksi langsung dilakukan dengan waktu yang sangat singkat. Suntikan vaksin yang dilakukan adalah di otot lengan kiri sebalah atas dan bukan pembuluh darah. Setelah itu dokternya memberitahu beberapa efek samping yang akan terjadi seperti nyeri-nyeri di daerah sekitar suntikan, mungkin mual-mual, dan pusing-pusing. Kemudian sebelum pulang, diskusi dan menyepakati perihal tanggal suntikan kedua yaitu sebulan setelah injeksi pertama yaitu tgl 23 bulan 8.

Prosesnya memang tidak semengerikan yang awalnya saya bayangkan. Hanya berupa injeksi biasa seperti vaksin hepatitis atau vaksin yang waktu SD dulu pernah saya (dan mungkin kamu?) lakukan.. Tapi yang berat adalah menyiapkan budgetnya.

Dengan biaya yang cukup mahal, vaksin ini menjadi vaksin eksklusif karena hanya bisa didapatkan oleh mereka yang 'mampu' (atau yang dipaksakan mampu seperti saya, hehe). Kondisi yang sangat miris mengingat statistik yang ada dimana 83% penderita adalah mereka yang berasal dari negara berkembang dan negara miskin. Di Amerika saat ini dilakukan strategi vaksinasi dengan pemberian vaksin secara rutin yang dibarengi dengan sebaran informasi yang gencar kepada setiap orang dewasa yang belum aktif secara seksual. Harusnya di Indonesia juga dilakukan hal yang sama, karena mengingat kemampuan SDM yang sangat terbatas, saat ini pemberian vaksin tersebut hanya mungkin dilakukan bila ada subsidi.. Misal, pemberian vaksin ini dijadikan program kesehatan yang diberikan pada remaja putri tingkat SMA yang belum aktif secara seksual (seperti halnya vaksin polio pada balita). Ironisnya justru di negara berkembang ini sosialisasi-pun tidak seperti yang saya bayangkan harusnya ada reverse to the statistic.. *sigh*

Sehat itu mahal..mau sehat lebih mahal lagi...

13 July 2009

I want you dear puppy.

Few days ago, Saya mengunjungi sebuah kennel di dekat Jl haji Akbar, Stasion Hall Bandung. Pertama masuk ke dalam rumah yang tinggi pagarnya sekitar 1.5 meter itu, nyali saya langsung ciut ketika tiba-tiba 2 ekor anjing besar menghampiri saya. I mean it about saying 'besar'. Karena yang satu lagi adalah golden retriever dan satu lagi anjing ras biasa tapi masih ada campuran retriever-nya sepertinya. Well actually I can see, dari ekornya yang mengibas-ngibas, they are friendly. Tapi mereka berdua yang ukurannya sangat besar, hampir sepinggang saya, tiba-tiba menghampiri dan melompat-lompat meminta diajak main sungguh membuat saya terkejut karena walaupun beberapa waktu belakangan saya tiba-tiba punya ketertarikan khusus terhadap anjing, khususnya jenis golden retriever dan samoyed, saya belum pernah sama sekali mengalami kontak langsung dengan anjing. Yep, selain karena sejak kecil ibu saya selalu menekankan bahwa liur anjing itu najis, terlebih-lebih saya punya asma yang salah satu pemicunya adalah bulu-bulu, maka saya tidak pernah 'dibiarkan' untuk memiliki satu peliharaanpun yang memiliki bulu.

Anjing pertama yang saya pernah kenal adalah anjing tetangga saya yang dinamai Ciko. Ciko adalah anjing kampung biasa yang tidak special. Karena tugasnya sebagai anjing penjaga rumah, Ciko yang saya ingat adalah tipe yang galak dan selalu berada di dalam pagar. Kesan pertama terhadap anjing? Takut. Dan kesan itu terus berlanjut terlebih lagi setelah saya beberapa kali mengunjungi uwak saya yang kebetulan memiliki anjing herder yang amat sangat galak, lebih galak dari ciko. Huaaa. Kejadian terakhir yang paling parah yang berkaitan dengan saya dan anjing adalah ketika sedang kemah kerja di hutan gunung Walat dalam acara Kemah Kerja setahun yang lalu. Saat itu saya sedang menunggu teman-teman lain yang sedang melakukan survei, berteduh di bawah payung hanya berdua dengan teman perempuan saya dari kelompok tetangga. Berteduh dengan nyaman sampai tiba-tiba dari jarak sekitar 5 meter ada anjing yang menggeram dan menatap kami berdua. We both stayed calm at first, tapi ketika anjing itu mulai menyalak akhirnya kami berdua lari kocar-kacir sambil teriak-teriak dan tau-tau saya sudah berada di bawah terjalan yang artinya karena tadi terlalu 'exciting', saya jadi tiba-tiba sakti dan bisa melompati terjalan yang tingginya sekitar 3 meter!

Ketakutan itu kemudian bersanding tipis dengan ketertarikan setelah saya mendapatkan semacam 'inspirasi' dari sebuah film yang saya tonton. Jane Austin Book Club filmnya.

Grigg Harris: "But I thought, "What a beautiful woman. I hope she looks over at me." I thought if I read your favorite books that you would read mine. But, no, no, no, no... You just want to be obeyed. That's why you have dogs.."

Yes. Scene itu adalah percakapan antara Grigg dan Jocelyn. FYI, Jocelyn adalah salah satu tokoh utama who is realy mature and independent. She didnt even have any interest to men and would rather to spend her whole life with dogs than a man...Until she met Grigg. Tapi point-nya adalah, a loner-like me, might need someone. And, a loner -again,like me- whom is a lil bit selfish, might need someone or something to be one friend that is loyal and wont ever leave me forever. It might be a dog.

Yes, a dog. I might need it to be a friend of mine. And I started thinking about adopting puppy.
Dan ternyata, seperti gambar-gambarnya yang sering terpampang dan bikin kita melting, seekor puppy memang punya kemampuan lebih untuk bikin kita luluh. Di kennel yang tadi saya sebutkan jugalah saya kemudian untuk pertama kalinya menyentuh anjing. Di luar rumah, ada 4 anjing dewasa golden retriever, 2 anjing siberian hushky, satu anjing yang mirip icon-nya hush puppy, 2 anjing POM, dan seekor anjing ras biasa yang tadi...And the puppies -the babies- were inside the house so I couldnt see them. But I was realy excited when suddenly the owner came out from her house bringing one of the puppy. Jenis golden retriever, male, baru umur 3 minggu, harus menunggu 2 minggu lg untuk stumboom baru bisa diadopsi.

Huaa. I couldnt take my eyes off of him!
When I was admiring him, tiba-tiba saja dia yang sedang dalam gendongan si owner tampak rewel dan seolah-olah meminta turun dari gendongan. Kemudian dengan berhati-hati owner-nya melepaskan dia di lantai. Setelah dilepaskan lalu dia berjalan sambil mengendus-endus..Memutari meja..Berjalan terus sampai tiba-tiba berhenti di kaki saya dan kemudian memanjat-manjat seolah-olah meminta digendong. Akhirnya dengan sedikit takut-takut kemudian saya letakkan ia di pangkuan saya dan seketika ia menyembunyikan kepalanya di ketiak saya sambil menggoyang-goyangkan ekornya. Lucuuuuu banget^^.

He's so warm, so cute, so lovable...
Sort of fall for him already, yes?


Can you see those eyes? It's hypnotizing, you know..
I'll name him Declan!
"Declan my bebe..Come to mommy, be..."
I want you dear Puppy... I want you so bad.